Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hakikat hidup

Tentang Hidup dan Mati

Gambar
sempat ada teman yang bertanya, tentang hidup dan mati. katanya, " untuk apa Tuhan buat kita hidup kalau nanti dimatikan. apa kamu ga merasa dipermainkan ?" mirip dengan harapan. ada harapan, kemudian dikecewakan. kamu ga merasa dipermainkan oleh Tuhan? ada senang, dan sakit hati. apa itu permainan Tuhan? tapi. bukankah disitu seninya? kadang terangkat, kadang terjatuh. kadang bahagia, kadang terpuruk. kadang kotor, lalu dibersihkan. walaupun kotor lagi. terkadang ingat, terkadang juga lupa. menurutku disitu terdapat seni . coba kalauTuhan tentukan kita hanya bahagia. Tuhan hanya tentukan kita diatas saja. Atau Tuhan hanya tentukan kita kotor untuk seterusnya, setiap detiknya. Apanya yg indah? Apa kamu dapat maknanya? Apa kamu bisa bersyukur ? Tuhan ciptakan segalanya berpasangan. bahagia dan sedih. atas dan bawah. langit dan bumi. tawa dan lara. berulang2. agar kita ber proses . dari langit menuju bumi, dari gelap ke terang, atau sebalikn...

Hijrah

Karena proses hijrah adalah tentang hati. dan hati seringnya bukan luluh karena argumentasi, melainkan cinta yang terasa dengan menunjukkan pada sesama bahwa kita mau mengerti. - Ust Salim A. Fillah, 2015

Hanyalah Seorang Hamba

"Aku memaknai hidup seperti A pangkat 0, hasilnya adalah 1. Bahwa jika kita membuang seluruh pangkat (identitas, profesi, harta, fisik, jabatan, dll) dari diri kita maka sesungguhnya kita hanya memiliki 1 jati diri, sebagai hamba Allah SWT." - anon, 2015 tau kan rumus matematika A pangkat 0 = 1 ternyata rumus itu dapat diaplikasikan ke kehidupan kita. A untuk predikat dan segala embel2 di belakang kita. entah itu pendidikan, pangkat, latar belakang, masa lalu, fisik, apapun identitas yg menyertai kita, semua itu tidak ada. yg ada kita hanyalah 1. sebagai hamba-Nya. dan ini berhubungan dengan apa tujuan kita hidup. kalau ditanya seperti itu, maka jawabannya hanya 1: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ  إِلَّا  لِيَعْبُدُونِ ”Dan tidaklah  A ku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada -K u”    (QS. Adz-Dzariyat : 56) Jangan memandang ini adalah sesuatu yg sangat fanatik. apa-apa Tuhan, apa2 Tuhan sehingga tidak memandang u...
jalanku menemukanMu ternyata seperti ini ya Tuhan. selalu beri aku arah untuk menuju-Mu. takdir yg Kau berikan sangat indah. takdir untuk menyadari bahwa landasan hidupku adalah karena dan untuk Engkau.