1.23.2014

One missing thing

Dear anonim,
Besok seharusnya aku ada di depan rumahmu. Bertanya apakah 9bulan kemarin memang murni skenario atau tidak (ya, aku tau itu skenario). Skrip dibikin diawal atau dibiarkan mengalir. Entah untuk apa aku perlu tau hal itu. Menurutku itu penting. Aku tau, semua itu buat kamu "iseng" dan buat aku segalanya. I mean, pernah menjadi segalanya. 
 
Besok seharusnya aku menemuimu. Ada yg harus aku berikan. Buku itu, sketsa itu, kertas kertas itu, semua kenangan itu. Em, maksudku semua skenariomu itu. Entahlah, mungkin darisana kamu bisa melihat seperti apa cerita yg udah kamu desain.

Aku berpikir perlu bertemu denganmu untuk menutup buku ini.
Kata anonim yg lain, (psycopat yg lain), ibarat mau menutup buku tapi ada satu lembar yg hilang. Dan buku itu belum tertutup sempurna. Mau buka buku baru juga ga bisa karena kepikiran buku yg belum tertutup sempurna itu.

3 tahun berlalu dan.. Yah segalanya masih bisa aku ingat. Agak sakit sih ketika tau semua mua mua itu cuma skenario. Katakan, benar semua skenario? Termasuk perasaanmu? Apa itu dihitung skenario?
Apa dengan terjadinya skenario seperti itu menambah keuntungan buat kamu? Masih banyak pertanyaan di benakku. Entah, apa ini besok bisa tersampaikan. Atau.. Aku harus menutup buku itu tanpa perlu mencari cari lembaran yg hilang itu dan membuka buku yg lainnya.


yeye

yeye
(farah-citra-unni-umma-veta-me-fira)this is my best-best-bestfriends ever
 

Template by Suck My Lolly - Background Image by TotallySevere.com